Rabu, 19 Agustus 2015

teks anekdot



Tugas 5 Membuat Dialog Berbentuk Teks “Anekdot Hukum Peradilan”
Bacalah teks “Anekdot Hukum Peradilan” tersebut sekali lagi, kemudian kerjakanlah tugas tugas berikut ini!
1. Buatlah dialog berdasarkan teks anekdot tersebut. Teruskan formulasi yang telah dibuat untuk kalian berikut ini.
Keluarga Pemilik Pedati:
Yang Mulia Hakim, saya tidak terima keluarga saya kehilangan pedati beserta kuda dan dagangan di dalamnya karena jembatan yang dilalui roboh. Pembuat jembatan itu harus dihukum.
Yang Mulia Hakim:
Baik, saya akan memanggil pembuata jembatan untuk diadili. Pembuat jembatan, kamu harus bertanggung jawab atas jembatan yang roboh.
Pembuat Jembatan:
Yang Mulia Hakim, saya tidak bersalah. Tetapi tukang kayu lah yang bersalah. Dia yang menyediakan kayu untuk bahan jembatan itu.
Yang Mulia Hakim:
Tukang kayu, kamu harus dihukum karena kayu yang kamu bawa untuk membuat jembatan ternyata jelek sehingga menyebabkan seseorang jatuh dan kehilangan pedati dan kudanya.
Tukang Kayu:
Jangan salahkan saya Yang Mulia, salahkan si penjual kayu yang menjual kayu dengan kualitas jelek.
Yang Mulia Hakim:
Hai penjual kayu, kamu harus dihukum karena tidak menjual kayu bagus pada tukang kayu sehingga jembatan yang dibuatnya tidak kukuh.
Penjual Kayu:
Jangan menyalahkan saya Yang Mulia, yang salah adalah pembantu saya. Dialah yang menyediakan beragam jenis kayu.
Yang Mulia Hakim:
Pengawal, bawa pembantu si penjual kayu ke hadapanku!
Pembantu Tinggi Besar:
Apa kesalahanku Yang Mulia?
Yang Mulia Hakim:
Kesalahanmu adalah telah menyebabkan tukang pedati kehilangan kuda dan dagangannya dengan memberikan kayu yang jelek kepada tukang kayu.
Hai pengawal, masukkan pembantu ini ke penjara dan sita semua uangnya.
Pengawal:
Sulit Yang Mulia, si pembantu badannya terlalu tinggi dan gemuk. Penjara kita tidak muat. Dan dia tidak punya uang untuk disita.
Yang Mulia Hakim:
Cari pembantu si tukang kayu yang lebih pendek, kurus, dan punya uang.
Pembantu Kurus dan Pendek:
Wahai Yang Mulia Hakim, apa kesalahan hamba sehingga harus dipenjara?
Yang Mulia Hakim:
Kesalahanmu adalah pendek, kurus, dan punya uang!!!
Saudara-saudara, apakah hukuman penjara untuk pembantu pendek, kurus, dan punya uang tadi adil?
Masyarakat:
Sangat adil, Yang Mulia Hakim.











2. Ceritakan ulang dengan bahasa sendiri isi teks anekdot tersebut. Teruskan formulasi berikut ini.
           
Seorang kerabat si Tukang Pedati mengadukan seorang pembuat jembatan kepada yang mulia hakim karena jembatan yang dibuatnya runtuh yang menyebabkan si Tukang Pedati terjatuh ke sungai dan kehilangan pedati beserta barang dagangannya. Si pembuat jembatan disalahkan karena kayu untuk bahan jembatan itu tidak kuat dan menyebabkan jembatan runtuh.
Hakim memanggil pembuat jembatan untuk diadili. Namun si pembuat jembatan tidak terima dan menyalahkan si tukang kayu karena kayu yang dibawanya jelek dan rapuh. Tukang kayu membela diri dan menyalahkan si penjual kayu yang menjual kayu jelek.
Hakim memanggil memanggil si penjual kayu. Kemudian pengawal membawa si penjual kayu kehadapan hakim. Tetapi si penjual kayu membela diri, dan menyalahkan pembantunya, karena pembantunyalah yang memberikan kayu jelek kepada si tukang kayu. Kemudian si pengawal menjemput pembantu si penjual kayu.
Hakim memberi penjelasan tentang kesalahan si pembantu. Si pembantu tidak bisa memberi alasan yang memuaskan. Akhirnya hakim memerintahkan pengawal untuk memasukkan pembantu ke dalam penjara. Namun, pengawal belum juga memenjarakan pembantu itu. Penjara itu terlalu sempit. Sedangkan badan si pembantu itu tinggi dan gemuk, dan tidak memiliki uang untuk disita. Kemudian hakim memerintahkan pengawal mencari pembantu yang kurus, pendek, dan memiliki uang.
Pembantu kurus, pendek, dan mempunyai uang itu bertanya kepada hakim tentang  kesalahannya. Dengan entengnya hakim menjawab “Kesalahanmu adalah pendek, kurus, dan memiliki uang”. Hakim bertanya kepada khalayak ramai tentang hukuman yang ditujukan kepada pembantu kurus, pendek, dan mempunyai uang tersebut adil ataukah tidak. Dengan semangat, masyarakat yang ada serempak menjawab “Adiiil”.





TUGAS
BAHASA INDONESIA
71037_79829042708_2790586_n.jpg
KELOMPOK : HEATSINK
ANGGOTA
1.
2.
3.
4.
5.
6.



PUNTUNG ROKOK

1.      Bacalah teks anekdot yang berjudul “Puntung Rokok” berikut ini. Sambil membaca identifikasilah siapa Azam itu dan dan apa yang dilakukanya di Singapura
      Jawab :
Azam adalah seorang laki – laki yang sedang berlibur ke Singapura. Pada saat itu dia sedang merokok di taman kota. Karena rokoknya hampir habis dia sengaja membuang putung rokok itu tidak pada tempatnya
2.      Apakah teks anekdot di atas menyindir orang yang tidak tertib dalam membuang sampah?
Jawab :
Iya, teks anekdot di atas menyindir orang yang tidak tertib dalam membuang sampah sembarangan
3.      Betulkah Azam mengelabui petugas? Tahukah petugas akan hal itu? Jelaskan!
Jawab :
Iya, Azam mengelabuhi petugas dengan mengambil kembali dan menghisap putung rokok yang sudah ia buang. Petugas yang tidak tau akan hal itu dan hanya yerbelalak keheranan dan langsung pergi meninggalkan Azam
4.      Reaksi apa yang ditunjukan oleh petugas?
Jawab :
Setelah Azam membuang putung rokok, Si petugas menegur Azam dengan suara yang sangat tegas
5.      Seandainya kalian menjadi peugas seperti itu, apa yang kalian lakukan terhadap perbuatan Azam tersebut?
Jawab :
Kami akan menegur dan memberikan sanksi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku entah Azam engaja ataupun tidak
6.      Seandainya kalian menjadi Azam, apakah yang kalian lakukan pada saat petugas menegur kalian?
Jawab :
Yang kami lakukan saat petugas menegur adalah kami segera meminta maaf dan membuang di tempat yang telah disediakan
7.      Kalimat – kalimat yang menggambarkan cerita puntung rokok berikut ini tersusun secara acak. Urutkanlah kalimat – kalimat tersebut untuk membentuk cerita. Kalian tinggal membubuhkan nomor pada setiap kalimat. Nomor (1) telah dikerjakan untuk kalian sebagai contoh.

Jawab :
4 : Dengan santai Azam merokok dan membuang puntung rokoknya begitu saja di sampingnya.
6 : Dengan spontan Azam mengambil puntung rokoknya kembali, lalu dihisapnya lagi sambil mengucapkan kata “maaf” bahwa rokoknya terjatuh.
3 : Orang tidak boleh membuang sampah sembarangan.
5 : Perbuatan Azam diketahui oleh petugas, lalu ia ditegur dengan suara keras.
1 : Azam pergi ke Singapura untuk berlibur.
7 : Petugas terbelalak, tetapi tidak dapat berbuat apa – apa dan pergi meninggalkan Azam.
2 : Di negara itu diberlakukan peraturan kebersihan secara ketat
8.      Tulis ulanglah anekdot “Puntung Rokok” tersebut dalam bentuk uraian monolog. Caranya, ubahlah semua kalimat tidak langsung pada dialog menjadi kalimat – kalimat langsung.  Dalam menulis ualng, gunakanlah kalimat – kalimat sendiri tanpa mengutip kalimat satupun dari teks. Pikirkanlah, pada teks anekdot yang kalian buat itu, semua tahap yang ada tidak terlewatkan.
Jawab :
                                                     Puntung Rokok
Suatu ketika ada seorang laki – laki yang bernama Azam. Saat itu dia sedang pergi ke Singapura untuk berlibur. Nampaknya dia tidak tahu akan peraturan yang ada di negara Singapura itu. Dia sedang merokok sendirian sambil duduk di bangku taman. Karena rokoknya sudah mau habis, dia membuang putung rokoknya begitu saja dan terjatuh tepat di sisi kanan kakinya. Tanpa dia sangka ada seorang petugas yang memperhatikanya dan kemudian menegur Azam dengan suara yang sangat tegas. Akan tetapi dia mengelak jika putung rokok itu adalah miliknya. Petugas itu terbelalak kebingungan ketika melihat putung rokok itu diambil Azam dan dihisap lagi. Dengan merasa keheranan petugas itu kemudian pergi meninggalkan Azam.



3 komentar:

  1. struktur dari puntung rokok tidak ada?

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAMI SEKELUARGA TAK LUPA MENGUCAPKAN PUJI SYUKUR KEPADA ALLAH S,W,T
      dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor yang AKI
      beri 4 angka [7978] alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus .
      dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
      ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu KI. insya
      allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
      kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
      sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka PASANG NOMOR
      yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi KI JAYA,,di no (((085-321-606-847)))
      insya allah anda bisa seperti saya…menang NOMOR 750 JUTA , wassalam.

      Hapus
  2. Yang terakhir kan suruh kalimat langsung. Kok itu ga langsung?

    BalasHapus